Fatwa MUI: Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah

Fatwa MUI: Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah

Urbantimes.id – Sehubungan dengan wabah kofit 19 yang masih merajalela di Indonesia, majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa nomor 28 tahun 2020 kaitan dengan panduan tata cara takbir dan salat Idul Fitri saat corona.

Di dalam fatwa MUI tersebut, dijelaskan bahwa salat Idul Fitri diperbolehkan untuk dilakukan di rumah secara jamaah maupun sendiri.

Dikutip dari kompas.com, ”salat idulfitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri,” isi dari salah satu fatwa MUI, dari keterangan tertulis Sekjen MUI anwar Abbas, kamis (14/5/2020).

Apabila salat idulfitri dilakukan secara berjamaah, maka jumlah jamaah minimal berjumlah empat orang dari satu orang Imam serta tiga orang makmum.

Bila jamaah kurang dari empat orang atau ketika dalam pelaksanaan salat di rumah tidak ada yang memiliki kemampuan untuk khotbah, maka salat Idul Fitri dilakukan berjamaah walaupun tanpa khotbah.

Menurut MUI, salat Idul Fitri pun boleh dilakukan secara berjamaah di tanah lapang, mushola, masjid atau tempat lainnya dengan beberapa catatan.

Pertama, berlokasi di kawasan yang telah terkendali saat 1 Syawal 1441 H.

Hal itu dilihat angka penularan yang menunjukkan tren penurunan dan kebijakan pelanggaran aktivitas sosial memungkinkan jika terjadi kerumunan dari penilaian ahli yang kredibel serta amanah.

Kedua, berlokasi di kawasan terkendali di kawasan yang bebas covid 19 dan tidak adanya penularan, seperti di perkampungan atau Perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terinfeksi, dan tidak ada yang keluar masuk orang.

Walau demikian, mUI telah menegaskan bahwa pelaksanaan salat idul fitri baik yang dilaksanakan di masjid di rumah harus selalu mematuhi protokol kesehatan.

Disamping itu, salat Idul Fitri pun terjadinya potensi penularan virus Corona, seperti dengan memperpendek bacaan shalat saat khotbah.

Berikut ini adalah tata cara pelaksanaan shalat Ied di rumah sesuai dengan edaran tausiah MUI Jawa Tengah, tentang pelaksanaan salat idulfitri 2020.

1. Memulai niat salat: ” usholli sunnatan li Idul Fitri rakataini sunnatan lillahi ta’ala”.

2. Mengucapkan Takbiratul Ihram allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan

3. Doa iftitah

4. Membaca takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama. Di sela-sela setiap takbir membaca secara pelan: ” subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar”.

5. Membaca surat al-fatihah surat pendek yang dihafal, disunnahkan surat al-a’la

6. Ruku, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud kedua dan berdiri lagi.

7. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan, diantara setiap takbir itu membaca secara pelan, ” subhanallah walhamdulillah walailahaillallah allahu Akbar” kemudian membaca surat al-fatihah surat pendek yang dihafal, disunnahkan surat al-ghasyiyah.

8. Ruku, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud kedua, tahiyat dan diakhiri salam

9. Selesai salam kemudian disunahkan kutbah Idul Fitri

Berikut pelaksanaan khutbah idulfitri di rumah, terdiri dari dua khotbah

Khotbah pertama
1. Membaca takbir 9 kali
2. Membaca Tahmid Alhamdulillah
3. Membaca sholawat allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad
4. Ajakan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
5. Membaca ayat Alquran

Khotbah kedua
1. Membaca takbir 7 Kali
2. Membaca Tahmid Alhamdulillah
3. Membaca sholawat
4. Bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
5. Baca Alquran
6. Doa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here