Kemenparekraf: Kasus COVID-19 Semakin Tinggi, Buka Tutup Wisata di Tangan Pemda

Kemenparekraf: Kasus COVID-19 Semakin Tinggi, Buka Tutup Wisata di Tangan Pemda

Urbantimes.id – Hari ini, Kamis, 3/9/20 Indonesia mencatatkan rekor tertinggi kasus Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan wewenang buka tutup wisata kepada pemerintah daerah.

Kasus virus corona di Indonesia saat ini mencapai 3.622 sehingga total saat ini adalah 184.268 kasus. Ini menjadikan penambahan kasus tertinggi sejak wabah ini ada di Tanah Air.

Tentu saja penambahan ini terdampak pada aktivitas wisata di tiap daerah. kemenparekraf meminta supaya pemda bertindak tegas dalam upaya memutus rantai penularan, ketimbang membiarkan aktivitas yang berpotensi menyebarkan covid-19.

“Kewenangan untuk mengambil tindakan ada di tangan pemerintah daerah (pemda). Pemda harus mengambil tindakan tegas ketika kasus COVID-19 naik kembali di daerah wisatanya, yaitu melakukan pembatasan secara ketat atau menutup daerah wisata tersebut,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema, dilansir dari detikcom, Kamis (3/9/2020).

“Seperti munculnya klaster baru saat long weekend yang lalu, itu yang harus disikapi dengan tegas oleh Pemda,” dia menegaskan.

Bagi daerah yang masuk dalam zona hijau dan masih tetap membuka wisata, Ari berpesan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Kami memberikan panduan untuk pelaksanaan protokol kesehatan melalui program I Do Care, dan membantu promosi wisata untuk daerah yang sudah siap,” kata Ari.

“Kemenparekraf memberikan pertimbangan, masukan, dan saran untuk Pemda dalam pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan di sektor pariwisata,” ujar dia.

Ari pun meminta kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dimanapun, termasuk di tempat wisata. “Meskipun saat ini Pemda sudah membuat regulasi yang ketat terkait penerapan protokol kesehatan, dan aparat sudah menegakkan regulasinya, namun kesadaran publik untuk menerapkan aturan juga harus tinggi,” kata Ari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here