Prediksi Industri Pariwisata Akan Pulih Tahun Depan

Prediksi Industri Pariwisata Akan Pulih Tahun Depan

Urbantimes.id – Pelaku dan pencinta pariwisata banyak yang bertanya, kapan pariwisata akan pulih? Perlahan pertanyaan ini sudah bisa terjawab. Banyak yang memprediksi pariwisata akan membaik di tahun depan tepatnya setelah vaksin Covid-19 sudah didistribusikan. Pulihnya pariwisata diprediksi akan sejalan dengan membaiknya perekonomian dunia.

Kemudahan memperoleh fasilitas vaksin di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia diharapkan mampu memulihkan kondisi pariwisata, tepatnya kondisi di tiap-tiap negara.

Menurut rencana, Indonesia baru akan mendistribusikan vaksi Covid-19 pada akhir Desember 2020 atau awal 2021. Tentunya hal ini juga diharapkan terjadi di negara lain dalam penanganan Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dilakukan secara virtual mengatakan, pentingnya semua negara melakukan kebijakan secara bersama dalam menangani Covid-19.

“Tidak akan ada pemulihan ekonomi di seluruh dunia sampai seluruh negara mendapatkan akses vaksin,” kata Sri Mulyani. Saat KTT G20 secara virtual di Arab Saudi 21-22 November 2020.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan betapa pentingnya peranan lembaga multilateral dalam memberikan dukungan pendanaan bagi negara-negara berkembang atau negara miskin. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh negara mendapatkan vaksin. Sebab, tanpa vaksin pandemi akan terus berlanjut dan terdampak pada perekonomian negara.

Tekanan ekonomi karena dampak pandemi sangat dirasakan Indonesia. Pandemi membuat sektor pariwisata menjadi elemen yang paling parah terdampak. Ribuan hotel dan restoran harus tutup. Banyak maskapai penerbangan serta biro perjalanan terpaksa harus berhenti beroperasi.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan total kerugian akibat pandemi terhadap industri pariwisata pada April 2020 mencapai Rp. 85,7 triliun dan terus bertambah hingga akhir tahun ini.

Kerugian terbesar terjadi di Bali yang mana setiap bulannya mencapai Rp 9,7 triliun. Sampai akhir tahun 2020 Bali masih akan tertutup untuk kunjungan wisatawan mancanegara sehingga kerugian akan menjadi semakin besar, dan dampaknya tentu sangat dirasakan oleh pariwisata nasional secara menyeluruh.

(gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here