Suhu Politik Memanas Pasca Pilkada Depok, Mantan Ketua PAC PDIP Cinere Angkat Bicara

Suhu Politik Memanas Pasca Pilkada Depok, Mantan Ketua PAC PDIP Cinere Angkat Bicara

Urbantimes.id – Pesta Pilkada Depok telah selesai, Hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Depok yang digelar hari ini Selasa (15/12/2020) di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda, menunjukan bahwa pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2 yakni Mohammad Idris- Imam Budi Hartono unggul sebesar 55,55 persen dari pasangan Pradi Supriatna -Afifah Alia nomor urut 1 sebesar 44, 45 persen.

Sebagai seorang kesatria demokrasi hendaknya sudah selayaknya kita mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Idris Imam menjadi walikota Depok. Kenyataan itu tidak perlu disesali apalagi diratapi namun perlu kita evaluasi kenapa kekalahan itu bisa terjadi.

Hal ini disampaikan Mantan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cinere Kota Depok Marhali, dia mengaku jika kinerja mesin partai lawan sangat luar biasa, sangat optimal dan masif, semuanya nampak terencana dan terprogam dengan baik dari hulu sampai hilir.

Diapun menyinggung terkait calon yang diusung partainya dalam pilkada, Marhali menilai kurangnya dalam memperhatikan masukan dan saran dari masyarakat, dibarengi dengan hasil survey yang valid. Yang berujung fatal, lagi lagi PDIP Depok gagal memenangi Pilkada dalam kurun waktu selama 20 tahun.

” saya pikir, kurang ya, mendengarkan masukan, saran dari masyarakat, khususnya para kader partai, terkait calon yang diusung, kan ada survey juga yang seharusnya menjadi parameter dalam mengusung seseorang ” terang Marhali kader banteng angkatan 1999 itu, melalui pesan tertulisnya dilansir dari cnndepok.com ” selasa ( 15/12/20 )

Marhali memaparkan, bahwa selama 20 tahun PDIP depok gagal menjadi Partai kader sehingga sampai saat ini belum punya kader partai yang mumpuni yang bisa menjadi pemimpin dikota depok. PDIP depok telah melupakan sejarah masa lalu, kader kader senior partai yang memiliki militansi tak pernah dirangkul, malah dianggap lawan, apalagi kader yang kerap lontarkan kritik kepada pengurus partai.

” PDI Perjuangan depok itu lupa sejarah, kader-kader senior yang militan tak pernah dirangkul, malah dianggap lawan, apalagi yang sering kritik pengurus, ini Partai Demokrasi Bung ” tegas Marhali

Lebih lanjut marhali mengatakan, jika ingin memperbaiki partai dan memenangkan pilkada dimasa mendatang perlu dilakukan perombakan total secara meyeluruh di tubuh PDI-P depok agar ada pencerahan dan energi baru.

” mau menang pilkada ? rombak total dulu PDI Perjuangan Depok, biar ada pencerahan dan energi baru ” kata dia ”

” Seharusnya kalau dikritik itu diterima dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi, bukan malah mengcounter ” tutur Mantan Ketua PAC PDI-P Kecamatan Cinere itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here