Faldo Maldini ; Apa yang dicuitkan BEM UI itu seperti Buzzer Lainnya

  • Share
Keterangan Foto (istimewa) Faldo Maldini, Politisi PSI dan Mantan Ketua BEM UI

JAKARTA, URBANTIMES – Mantan Ketua BEM UI dan Politisi PSI, FaldoMaldini menjelaskan bahwa BEM UI melakukan sebuah narasi yang sudah banyak dilakukan oleh buzzer yang menyerang pemerintah. Lalu, menurutnya apa perbedaannya mereka dengan buzzer tersebut.

Misalnya, BEM UI mengkritik omnibus law, padahal posisinya yang masih on proses. Serta soal UU ITW yang juga masih berjalan prosesnya.

“Saya ingat Bapak presiden saat pidato omnibus law bagi saya itu sudah menjadi janjinya presiden. Untuk kasus omnibus law diprotes BEM UI, perlu saya tekankan bahwa itu masih on proses. Lalu soal uu ITE saya pikir itu masih berjalan juga prosesnya, jadi jagan dikatakan bahwa itu hanya janji saja,” kata Faldo di acara webinar nasional PB IKAMI SULSEL, secara daring, Jakarta, Sabtu (24/07).

Selain itu, kata Faldo, perlu dicatat oleh mahasiswa, KPK kenapa diubah UU nya, kenapa? Bukan untuk mengantikan polisi atau MK tapi untuk menguatkan KPK itu sendiri, sekarang kita liat KPK banyak menangkap pejabat yang korup. Untuk itu, terkait soal cuitan BEM UI itu, sebenarnya sudah banyak yang disampaikan buzer di medsos, bahkan pembahasaaannya sudah jauh.

“Satu poin saya disini, kawan-kawan mahasiswa lebih banyak bergaul, tanya-tanya orang yang berbeda persepsi,” tutur Faldo dalam webinar yang bertajuk; Menguji Cuitan BEM UI.

Dia juga menekan agar kawan-kawan yang mau demontrasi, agar pikirkan kembali karena sekarang kuburan sudah penuh. “Ibarat perang serdadu kita sudah banyak yang mati. Kita bayangkan satu serdadu yang mati itu bisa mematikan 10 orang. Jadi patuhlah pada prokes dan kebijakan PPKM Pemerintah,” tutur mantan Politisi PAN ini.

Sebelumnya, PB IKAMI SULSEL mengadakan Webinar Nasional dengan tema Menguji Cuitan BEM UI; Dalam Sorotan Akademisi dan Basis Data secara daring, pada Sabtu (23/07). Hadir berbagai narasumber diantaranya; Peneliti Civil Watch Ade Armando, Ketua Progres 98 Faizal Assegaf, peneliti senior LIPI Prof Siti Zuhro, dan Ketum DPP HMPI Andi Fajar Asti.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *