Naik-Turun Angka Kematian di Kota Bekasi

  • Share
Naik-Turun Angka Kematian di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi s aat meninjau vaksinasi massal di Stadion Patriot Candrabaga, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. (Foto: Humas Pemkot Bekasi)

Urbantimes.id – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi blak-blakan mengenai jumlah kematian sejak awal Pandemi Covid-19 di Kota Bekasi.

Meski tak menyebut jumlah secara pasti, tetapi dia memperkirakan sekira 30 persen warganya meninggal.

Rahmat mengatakan angka kematian sejak pandemi turun-naik, dan ia juga tidak bisa mengklaim bahwa kematian itu semua akibat covid-19.

“Ini yang 30 persen dari awal. Kan ini tingginya ya pas bulan april 2020, Mei turun, naik lagi bulan Oktober, terus November, Desember naik,” ungkap Pepen, Senin, 12 Juli 2021.

Dirinya menjelaskan, saat ini angka kematian di wilayah terus mengalami kenaikan akibat adanya varian baru Covid-19, yaitu Delta.

“Januari 2021 juga naik karena orang-orang libur tahun baru, mei kemarin kita padahal sudah 19 persen data BOR-nya,” ucap dia.

“Nah di Juni ini hampir 30 persen kenaikannya. Kan orang meninggalnya cepat sekarang. Kan karena varian (baru) ya,” sambung Pepen, sapaan karibnya.

Angka pasti di TPU Padurenan

Sementara itu Kadisperkimtan Kota Bekasi Jumhana Lutfi mencatat, sebanyak 2.098 jenazah sudah di makamkan di TPU Pedurenan.

Total tersebut terhitung sejak awal Pandemi Covid-19 yakni Maret 2020 hingga saat ini.

Diketahui, TPU Padurenan saat ini sudah dijadikan sebagai tempat pemulasaran jenazah Covid-19 di Kota Bekasi.

“Ada 2.098 jenazah pakai protokol Covid-19, dari Maret 2020 sampai sekarang,” ucapnya Jumhana saat dihubungi Pojokbekasi.com, Sabtu (26/6/2021). (dil)

Kata dia, jenazah yang di Makamkan di TPU Pedurenan dengan Prokotol Covid-19 mulai melandai, sejak bulan Januari tahun 2021. Dalam sehari, hanya terdapat 1 atau 2 jenazah saja.

“Pada saat 6 bulan terakhir ada penurunan, hanya 2 atau 1 jenazah saja yang pakai protokol Covid-19,” imbuhnya.

Namun, Jumhana mengatakan, terjadi kenaikan jumlah jenazah yang dimakamkan menggunakan protokol Covid-19 setelah Lebaran 2021. Jumlahnya semakin melonjak pada dua pekan terakhir.

“Kami pada pekan ini memang ada lonjakan yang cukup signifikan yang dimakamkan akibat karena Covid-19. Hampir rata-rata setiap hari (yang meninggal) rata-rata karena Covid-19 ada 20 orang. Yang protokol Covid-19 ada 10 orang,” tegasnya.

“Jadi total rata-rata 30 jenazah. Kita harus memakamkan pemulasaran jenazah protokol Covid-19,” tambah Jumhana.

Meski petugas kewalahan, jenazah yang dimakamkan menggunakan protokol Covid-19 juga dilakukan prosesi keagamaan sesuai dengan kepercayaannya.

“Tetapi dalam tata cara pemakamannya, kami sesuaikan dengan agama jenazah. Kalau agama Islam tetap kami ada adzan dan salat saat memakamkan. Itu pelayanan yang kami berikan dalam proses pemulasaran,” tutupnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *