Anak Alami Gejala Depresi Selama Pandemi Covid-19, Kak Seto Bicara

  • Share
Anak Alami Gejala Depresi Selama Pandemi Covid-19, Kak Seto Bicara
Ilustrasi. (Foto: Anna Shvets dari Pexels)

Urbantimes.id – Survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) terhadap lebih dari 3.200 anak SD hingga SMA pada Juli 2020 lalu menunjukkan anak alami gejala depresi.

Sebanyak 13 responden mengalami gejala-gejala yang mengarah pada gangguan depresi ringan hingga berat selama masa new normal.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mengatakan selama pandemi ini berlangsung, orang tua dipaksa menjadi guru di rumah.

Kondisi ini juga membuat banyak orang tua tidak sabar dalam mendidik anak-anaknya di rumah, sehingga membuat anak tertekan.

Data itu juga menunjukkan presentasi anak perempuan lebih tinggi mengalam gejala-gejala yang mengarah pada gangguan depresi.

“Para orang tua tidak sadar akibat tekanan dan emosi itu menimbulkan kekerasan yang membuat anak menjadi stres dan tidak betah di rumah,” ucap Kak Seto, sapaan karibnya.

Yuk, follow juga medsos Urbantimes.id:

Tak hanya itu kebanyakan aktivitas anak di ponsel perlu diperhatikan karena konten-konten yang sering dikonsumsi anak-anak juga dapat membuat mereka stres.

“Banyak konten tidak baik yang dilihat anak-anak di gawainya, berupa sesuatu yang mengerikan, kekerasan atau bahkan pornografi,” sambungnya.

Untuk itu, menurut dia, peran orang tua sangatlah berpengaruh untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengawasi anak-anak dan membantu guru dan orang tua dalam memudahkan pembelajaran jarak jauh, terlebih banyak kesulitan para pelajar yang kadang tidak didukung oleh kondisi lingkungan.

Tak hanya para pelajar, soal pembelajaran jarak jauh ini perlu dipelajari oleh orang tua atau pun semua pihak yang berkepentingan.

Kurangnya bersosialisasi di lingkungan luar pun membuat emosi anak naik turun sehingga diperlukan pengertian lebih dari orang tua untuk menghadapinya.

“Jika anak memiliki kendala ketika pembelajaran, bicarakan baik-baik hingga mendapatkan solusi atas permasalahannya, pahami pula emosi sang anak sehingga tidak membuat sang anak tertekan untuk bercerita mengenai kesulitanya,” ucap dia.

“Tetap ajarkan mengenai penting juga menyelesaikan tugas yang sudah diberikan. Ini akan mengajarkan anak untuk disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati guru,” demikian dia.

Peta Interaktif Kasus Covid-19 

Sumber: Data for Good (Facebook)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *