Pak Polisi, Tolong Sikat Habis Mafia Alat Kesehatan

  • Share
Pak Polisi, Tolong Sikat Habis Mafia Alat Kesehatan
Ilustrasi obat. (Foto: freestocks.org via Pexels)

Urbantimes.id – Sejumlah alat kesehatan tertentu kini sulit didapatkan masyarakat, jika ada harganya sudah meroket, jauh lebih tinggi dari harga normal.

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Syahroni, meminta pihak kepolisian menyikat para mafia yang menimbun alat kesehatan.

“Polisi harus bertindak sikat habis para pedagang nakal ini,” kata Syahroni kepada wartawan di Jakarta, Senin, 5 Juli 2021.

“Ini sudah parah. Saya amati beberapa barang, misalnya oxymeter, harganya biasa di bawah Rp100 ribu, kini jadi masuk ke Rp200 ribu, bahkan ke Rp300 ribu,” sambungnya.

Kemudian, juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp5.000-7.000 per tablet, kini sampai hampir Rp200 ribuan per strip.

“Tak hanya itu harga susu beruang aja naik hingga semua harga jadi tidak masuk akal,” tuturnya.

Atas hal tersebut Syahroni meminta kepolisian untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menertibkan para penimbun dan mafia yang membuat harga barang menjadi tidak terkendali.

“Kepolisian wajib berkoordinasi dengan e-commerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lain-lainnya, agar mereka bertanggung jawab menjaga harga,” terangnya.

“Harus ada unit khusus di e-commerce yang mengawasi seller-seller nakal ini. Kalau sudah pasang harga tak wajar, tutup saja tokonya,” tambah Syahroni.

Politikus Partai Nasdem ini berpendapat dalam kondisi pandemi yang kian memprihatinkan seperti saat ini tidak seharusnya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dengan melakukan penggelembungan harga atau menimbun barang.

“Masa warga udah banyak yang darurat membutuhkan, tapi harganya malah dinaikkan? Nurani kita di mana?” ujarnya

“Untuk para penjual, silakan ambil untung, tapi saat sekarang bukalah perasaan sedikit untuk membantu orang banyak pada masa pandemi ini,” demikian Syahroni.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *