Pasien Isolasi Mandiri di Bekasi Dibunuh Tukang Pijat

  • Share
Pasien Isolasi Mandiri di Bekasi Dibunuh Tukang Pijat
Konferensi pers sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021. (Foto: Istimewa)

Urbantimes.id – Polda Metro Jaya mengungkap kasus penemuan mayat di lantai 26, Apartemen Grand Dhika, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa, 13 Juli 2021.

Mayat tersebut ternyata merupakan korban pembunuhan tukang pijat berinisial AS yang sempat cekcok dengan korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan polisi menangkap tersangka yang melakukan pembunuhan tersebut.

“Kasus pertama diketahui dari penemuan mayat di lantai 26 apartemen daerah Bekasi Timur pada 7 Juli (2021) lalu, pelaku kita amankan 4 hari setelah kejadian,” kata Yusri, Selasa, 13 Juli.

Tersangka yang diketahui sebagai penyuka sesama jenis ini memesan jasa pijat melalui aplikasi.

Di Apartemen Grand Dhika tersebut, korban memang sedang menjalani isolasi mandiri karena positif covid-19.

“Pelaku memang memiliki kelainan seksual, masuk di suatu aplikasi bersama dengan korban,” terang Yusri.

“Kemudian pada saat itu pelaku diminta untuk memijat di kamar apartemen korban,” sambungnya.

Saat menceritakan kondisnya saat itu, yakni sedang isolasi mandiri karena positif covid-19, pelaku tak ingin memijat korban dan tetap meminta bayaran sesuai yang disepakati, yaitu Rp300.000.

“Karena tahu positif Covid-19, pelaku tidak mau melanjutkan pekerjaannya (memijat korban), terjadilah perkelahian korban dicekik hingga meninggal dunia,” tegasnya.

Setelah korban tidak berdaya, tersangka mengambl tas korban yang di dalamnya berisi kartu kredit.

“Dibelanjakan berbagai macam barang seperti HP, drone dan barang-barang lainnya dari kartu kredit korban yang dia (pelaku) ambil,” beber Yusri.

Adapun tersangka AS ditangkap saat sedang bekerja di kantornya, ia sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta tetapi memiliki sambilan melayani pijat sesama jenis.

“Tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutupnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *