Pelanggar PPKM Darurat Ini Lebih Pilih Dipenjara Daripada Bayar Denda Rp 5 Juta

  • Share
Pelanggar PPKM Darurat Ini Lebih Pilih Dipenjara Daripada Bayar Denda Rp 5 Juta
Ilustrasi Dipenjara

Urbantimes.id – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Fajaruddin Yusuf mengatakan seorang pelanggar PPKM Darurat sedang menjalani hukuman selama tiga hari di Lembaga Pemasyarakatan Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 15 Juli 2021.

Fajaruddin menjelaskan, pelanggar PPKM Darurat, Asep Lutfi 23 tahun, pemilik kedai kopi, lebih memilih ditahan daripada harus membayar denda sebesar Rp 5 juta berdasarkan dari hasil putusan sidang Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

“Berdasarkan putusan yang bersangkutan diminta membayar denda Rp 5 juta atau kurungan tiga hari. Setelah dikonfirmasi yang bersangkutan memilih menjalani kurungan,” kata Fajaruddin.

Fajaruddin menambahkan, Asep Lutfi memilih hukuman karena tidak memiliki yang untuk membayar denda. Hasil keputusan pengadilan, harus menjalani hukuman dan pembinaan di lapas, bukan di tahan di kantor polisi. “Kalau di kantor polisi atau kejaksaan itu kan kasus yang belum inkrah atau masih penyidikan, kalau ini kasusnya sudah inkrah,” katanya.

Sebelum menjalani hukuman, terdakwa terlebih dulu diperiksa kondisi kesehatan untuk memastikan tidak terpapar Covid-19.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak lapas, hari ini dilakukan pemeriksaan kesehatan antigen, lalu akan diserahkan ke lapas untuk menjalani hukuman berdasarkan putusan hakim,” katanya.

Fajaruddin mengungkapkan kasus pelanggaran PPKM Darurat yang memilih hukuman penjara baru satu orang. Pelanggar lainnya memilih untuk membayar denda yang jumlahnya berbeda-beda.

“Ada yang membayar denda di tempat, ada juga yang diberi waktu satu pekan,” ucapnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *