Polri dan Warga Makassar Gelar Vaksinasi Massal dan Bansos Tangkal Isu Hoax soal Pandemi

  • Share

URBANTIMES, MAKASSAR – Varian Delta dituding sebagai penyebab gelombang terbaru Covid-19 di Indonesia. Namun, ada hal lain yang nampaknya turut menyumbang kenaikan angka kasus, yaitu hoaks dan misinformasi. Keduanya mendorong keengganan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan, mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, ataupun mengikuti vaksinasi Covid-19.

Untuk menangkal isu tersebut, Kepolisian kota Makassar bekerjasama dengan pengurus RW. 02 dan pengurus RT setempat, Kelurahan Barana Kec. Kota Makassar melaksanakan Vaksinasi Massal Program Pemerintah, pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 pukul 08.30 s/d 14.30 WITA, bertempat di Jl. Balana (depan rumah Ketua RW. 02 / Markas Komunitas BARA-11).

Selain itu Polri juga melakukan pembagian 200 paket sembako ditujukan kepada warga Kelurahan Balana Kecamatan Makasar kota makasar. Kegiatan ini juga bermaksud untuk mengkonter isu-isu yang merugikan masyarakat, dibalik menyebarnya isu sesat soal vaksin dan coronavirus.

“Kegiatan vaksin tersebut merupakan realisasi dari sikap masyarakat dalam melawan masivnya issue HOAX dan informasi sesat tentang Covid-19 dan Vaksinasi yang selama ini sengaja disebarkan oleh kelompok tertentu untuk menciptakan perpecahan dan sikap intoleran di kalangan masyarakat,” tulis pesan WA kepada media, Minggu (10/10).

Diterangkan hingga berakhirnya kegiatan vaksinasi massal jumlah total pendaftar Vaksin sebanyak 280 orang, realisasi jumlah yang divaksin 270 orang, 10 orang tertunda karena alasan medis hasil sreening. “Vaksin tahap-I : 236 orang dan Vaksin tahap-II : 34 orang, dengan peserta ber-KTP Kec. Makassar : 257 orang, sementara KTP luar Kec. Makassar : 13 orang,” tutur warga.

Sementara tutur warga tersebut, dari hasil pelaksanaan vaksinasi massal tersebut, dapat disimpulkan sementara bahwa masyarakat lingkungan sekitar Jl. Balana Kec. Makassar, masih banyak yang belum vaksin, ditengah gencarnya upaya Pemerintah memberikan vaksinasi kepada segenap rakyatnya.

Oleh karena itu, peran para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat dan ummatnya tentang pandemic Covid-19 dan upaya Pemerintah dalam melindungi rakyatnya, hal ini mutlak diperlukan untuk menjaga kerukunan dalam bermasyarakat yang selama ini telah dikotak-kotakkan oleh informasi dan pemahaman sesat tentang Covid-19.

“Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Wathan Jl. Baronang Kec. Makassar merupakan salah satu pihak yang turut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, khususnya ummat muslim untuk senantiasa berdoa, ikhtiar dan tawakal dalam menghadapi Pandemi Covid-19, hal ini disampaikan pada khotbah Jum’at oleh khotib Ustadz Jamaluddin Sangre pada tanggal 1 Rabbiul Awal 1443 H/08 Oktober 2021,

Sebelumnya, DKM Nurul Wathan juga membacakan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat nomor 2 Tahun 2021 tentang kehalalan Produk Vaksin COVID-19 dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero), yang ditetapkan pada tanggal 27 Jumadil Awal 1442 H atau 11 Januari 2021 M di Jakarta.

Pengumuman tersebut bertujuan untuk meyakinakan ummat akan kehalalan vaksin yang disediakan Pemerintah ditengah maraknya issue negative tentang vaksin, sehingga diharapkan para jamaah sholat jum’at di masjid Nurul Wathan yang berjumlah sekitar 250 orang, mendapat pencerahan dan keyakinan akan halalnya vaksin merk apapun yang disediakan Pemerintah, karena telah melalui uji klinis dari BPOM dan uji kehalalan dari MUI Pusat.

“Komisi Fatwa MUI telah memutuskan bahwa produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciencer Co. Ltd China dan PT. Bio Farma (Persero) dengan 3 (tiga) nama produk yaitu CoronaVac, Vaksin Covid-19 dan Vac2Bio hukumnya suci dan halal,” demikian bunyi putusan Fatwa MUI tersebut.

Meskipun begitu, setelah pelaksanaan vaksinasi, masyarakat dihimbau untuk tidak mengabaikan prokes, melainkan harus tetap ikhtiar untuk mencegah penularan Covid 19 dengan terus melakukan pola 5 (lima) sehat 6 (enam) sempurna, yakni ; selalu pakai masker, cuci tangan, jaga jarak aman, olahraga teratur, makan yang halal dan baik (thayyib) dan senantiasa tawakkal kepada Allah SWT.

Penyakit itu datang dari Allah SWT dan Allah SWT tidak pernah menurunkan suatu penyakit kecuali diturunkan juga obatnya. Maka tugas dan kewajiban kita adalah untuk menemukan obat atau cara penyebuhan dari suatu penyakit.

Diketahui, dalam kegiatan tersebut beberapa pejabat dan perwakilan Muspika Kecematan Makassar turut hadir, diantaranya; Kompol Andriyani Lilikay, Kapolsek Makassar ; Alamsyah Sahabuddin S.Stp Msi., Camat Makassar ; Akp Sulkarnain, Ketua Tim Dokkes Polrestabes Makassar ; Jajaran Lurah se-Kecamatan Makassar ; Kompol Nugraha Pamungkas, SIK,MH, Kabag Ops Polrestabes ; Pelda Irwan Agus dan Serka Hariyanto, perwakilan Koramil 1408-08/MKS. (aw)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *