Aplikasi TikTok Membentuk Budaya Populer Atau Mass Culture Hingga Saat Ini Semakin Berkembang

  • Share
Aplikasi TikTok Membentuk Budaya Populer Atau Mass Culture Hingga Saat Ini Semakin Berkembang

Urbantimes.id – Bertahan-nya platform media sosial TikTok, hingga berkembang menjadi trend dengan konten, dan keunikan yang melekat sehingga membentuk budya popular masa kini.

Kemajuan perkembangan yang begitu pesat terhadap teknologi dan komunikasi memudahkan segala aktifitas yang ada, tak heran jika media baru ini muncul membentuk sebuah kebiasaan yang baru hingga budaya-budaya baru yang dihasilkan-nya yaitu “Budaya populer,” budaya yang diciptakan serta dinikamati secara masal  ini sering dikaitkan dengan sebuah istilah mass culture (budaya massa) yang merupakan suatu aktifitas atau peraktek-prakterk sosial yang dapat menyenangkan banyak orang, sama halnya dengan aplikasi Tiktok ini disuaki oleh banyak orang tidak hanya para remaja, bahkan anak anak yang melihat hiburan, orang dewasa dan orag tua  juga menggemari apa yang di sajikannya.

Tak heran eksistennsi Aplikasi TikTok yang terus berkembang membentuk budaya populer hingga saat ini di tahun 2021. Bahkan Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang banyak mengunduh aplikasi TikTok dilihat pada Oktober 2020 tahun lalau unduhannya sudah melebihi 2 Miliar dari seluruh dunia, dan Indonesia sendiri memeberikan sumbangan yaitu sebesar 11 peresn total 63,3 juta adalah pengguna  perangakat IOS maupaun Android menurut Sensor Tower, lalu dilihat dari pengguna internet Kominfo secara gamblang memaparkan bahwa Indonesia merupakan pengguan internet terbesar nomor 6 di seluruh dunia, jadi tak heran jika di Indonesia banyak mengunduh aplikasi ini.

Dalam sejarahnya TikTok merupakan versi global dari aplikasi ByteDance lainya, yaitu A.me yang liris pada pada September 2016 setelah beberapa bulan A.me mengganti nama menjadi Douyin yaitu Desember 2016 hingga saat ini dikenal dengan TikTok,  aplikasi ini dikenal di negara Cina sebagai Douyin, adalah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan oleh Zhang Yimin, pendiri Toutiao yang dikususkan untuk membuat berbagai video pendek 15 sampai 1 menit, yang dimana membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri.

Baca Juga : Warna-warni Smartphone Baru Q1 di Indonesia Tanpa Vivo

Dalam versi internasional Tiktok diliris di Tiongkok, kemudian pada tahun 2017 TikTok diluncurkan untuk IOS dan Android. TikTok merupakan media digital platform sosial video pendek yang dipadukan dengan musik untuk mewarnai konten konten yang menarik, yaitu menghibur juga menambah pegetahuan atau pendidikan. Sebagian dari pengguan TikTok pun turut bersaing dalam memproduksi konten konten yang beragam tentunya kreatif hingga banyak yang viral.

Karena TikTok yang di rancang untuk generasi kekinian tak heran eksistensinya terus menguat membentuk mass culture, mengubah  pola konsumsi masyarakat juga menghasilkan kesenangan dan  mengalihkan perhatian. TikTok sendiri yang di dukung dengan beberapa fitur edit video kerap menyesuaikan dengan momen-momen yang terjadi di waktu tertentu,  seperti halnya esistensi di bidang kesehatan juga menjadi trend nya sebagai media instrumen untuk campaning dalam mengajak masyarakat peduli akan virus covid19 di masa pandemik, juga tak sedikit para dokter menyebarkan informasi tentang kesehatan di platform ini.

Selaian itu banyak juga masyarakat yang ikut meramaikan membuat konten-kontenya di TikTok, baik dalam membentuk citra diri atau image yang positif agar menjadi personal brading,  aplikasi ini jauga bisa dimanfaatkan dalam dunia  bisnis yaitu dengan merekomendasikan produk bisa lewat personal branding tadi,   Tiktok sebagai dunia penghibur seperti halnya video lucu, juga sebagi media informasi dalam berbagi tips tips, dan TikTok bisa di jadikan ajang perkembangan kemampuan dalam suatau bidang seperti memasak, melukis dan lain sebagainya yang di kreasikan oleh para pemakai itu sendiri.

Begitu pun ketika di bulan Ramadhan kemarin  penggunaan TikTok cenderung mengalami peningkatan. Pasalnya yang di paparkan oleh Head of Business Marketing TikTok Indonesia, Sitaresti Astarini, dalam diskusi media “TikTok Ramadan Insight 2021” yang digelar daring, Selasa. “Bahwa di tahun ini, sebanyak 96 persen pengguna TikTok menyatakan ingin lebih aktif di platfrom daring dan akan mengunggah konten dalam platform digital selama bulan Ramadan nanti dengan berbagai konten tren, seperti kebersamaan bersama keluarga dan kerabat.”dikutip dari antaranews.com

Maka dari itu TikTok merupakan produk atau konten yang dihasilakan dari budaya popular tadi, karena dikelola terus menerus oleh jejaring media dimana jarak jangkaunya hampir tidak terbatas, bahkan bisa menembus batas wilayah suatu negara, dan terus berkembang.

Selain itu konten dari TikTok memiliki keunikan yang melekat juga mudah dinikamati hingga menjadi trend dalam kehidupan masyarakat dengan adanya keseragaman bentuk yang diikuti yaitu karya/konten tersebut, dapat menjadi promotor bagi karya-karya lain dengan karakteristik yang hampir sama. Tiktok juga memiliki ciri dari budaya populer yaitu proftabilitas dimana memiliki potensi dalam menghasilkan keuntungan ekonomi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *