Pengertian Malam Lailatul Qadar serta Maknanya

  • Share
Pengertian Malam Lailatul Qadar serta Maknanya
Foto : Ilustrasi Malam Lailatul Qadar

Urbantimes.id – Malam lailatul qadar merupakan malam yang amat istimewa bagi umas Islam di seluruh dunia. Di malam tersebut, Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu berupaya ayat Alquran melalui Nabi Muhammad SAW lewat malaikat Jibril.

Lalu, apakah pengertian malam lailatul qadar itu?

Apa itu Malam Lailatul Qadar?

Dari segi bahasa, lailatul qadar terdiri dari dua suku kata, yakni ‘lail’ yang artinya malam, sedangkan ‘qadar’ maknanya beragam.

Menurut buku berjudul Sukses Berburu Lailatul Qadar dari karya Muhammad Adam Hussein, malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan. Seseorang yang memperoleh keberkahan di malam tersebut, maka ia akan mendapat pahala yang berlipat ganda.

Malam lailatul qadar hanya terjadi di bulan Ramadhan, maka ketika Ramadan datang akan banyak pula orang yang berburu mendapatkan pahala dari malam lailatul qadar.

Untuk lebih jelas, berikut ini adalah pengertian dan makna malam lailatul qadar.

Makna Malam

Menurut buku yang berjudul Jaminan Mendapat Lailatul Qadar karangan Ahmad Sarwat, malam secara ketentuan syariat merupakan rentang waktu yang ditandai dengan terbenamnya matahari di ufuk barat sampai terbitnya fajar di ufuk timur.

Malam dimulai dari terbenamnya matahari seperti yang disebutkan pada Alquran, “Kemudian sempurnakanlah puasa itu (datang) malam.” [QS. Al Baqarah: 187].

Malam diakhiri dengan terbitnya fajar yaitu ketika masuk waktu subuh, sebagaimana telah disebutkan di dalam Al Quran, “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS. Al Qadar: 5].

Makna Qadar

Istilah qadar memiliki banyak sekali makna dan muncul berkali-kali di dalam Alquran dengan makna yang berbeda-beda, tergantung dari konteks atau siyaq-nya.

1. Kemuliaan

Penggunaan kata al-qadaru merujuk pada makna kemuliaan bisa dijumpai di surat Az Zumar ayat 67, “Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya.”

Malam lailatul qadar dapat diartikan mulia karena bertepatan sebagai malam dimana Alquran diturunkan.

2. Ukuran

Pada surat Az Zukhruf ayat 11, qadar merujuk pada makna ukuran atau makna takaran.

Disebutkan, “Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulan kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).”

3. Mempersempit

Penggunaan istilah al-qadaru dengan makna mempersempit dapat ditemukan pada surat Ar-Ra’ad ayat 26, “Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit.”

Mempersempit disini karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk mengatur segala macam urusan, sehingga bumi menjadi sempit.

Di samping itu, makna sempit yang ada di dalam surat Al-Baqarah ayat 236 merujuk pada kemampuan atau suatu pemberian yang sepatutnya menurut syariat.

4. Kemampuan

Kataqadaruhu yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 236 merujuk pada kemampuan atau suatu hal pemberian yang patut menurut syariat.

“Dan hendaklah kamu berikan suatu mut’ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya.”

5. Waktu yang ditentukan

Kata qadary pada surat Thaha ayat 40 merujuk pada makna janji atau waktu yang ditetapkan. Pada konteks ini, maksudnya yaitu sesuai dengan waktu penetapan pengangkatan kerasulan dan kenabian.

“Maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian datang waktu yang ditetapkan hai Musa.”

(gnm)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *