Tips Diet Sehat dan Cepat Dijamin Aman dan Ampuh

  • Share
Tips Diet Sehat dan Cepat Dijamin Aman dan Ampuh
Ilustrasi wanita menimbang berat badan. Foto: Shutter Stock

Urbantimes.id – Tips diet sehat menjadi salah satu kata kunci incaran banyak orang khususnya kaum wanita. Diet dilakukan dengan tujuan mencapai berat badan ideal supaya tubuh menjadi lebih sehat. Selain itu, banyak juga orang melakukan diet untuk menunjang penampilan sesuai standar kecantikan tertentu.

Sebagian orang menentukan batas waktu diet yang amat tegas. Sehingga, tidak hanya tips diet yang dicari, orang berharap bisa meraih berat badan ideal dengan waktu singkat namun tetap terjamin keamanannya.

Bagi Anda yang sedang bingung karena berat badan naik, di bawah ini kami rangkum tips diet sehat dan cepat yang dirangkum dari berbagai macam sumber.

Olahraga

Olahraga menjadi salah satu kunci penting untuk memperoleh tubuh sehat. Dalam menurunkan berat badan secara cepat dan aman, olahraga teratur mesti dikombinasikan dengan perubahan pola makan. Untuk memperoleh hasil maksimal, olahraga bisa dilakukan bersamaan dengan diet puasa.

Beberapa olahraga yang bisa dilakukan seperti jump rope atau lompat tali. Olah raga lompat tali bisa membakar 667-990 kalori per jam bila Anda lompat sebanyak 120 kali per menit, kickboxing, dan lari sprints.

Diet Puasa

Diet puasa atau intermittent dasting adalah pola makan yang melibatkan puasa jangka pendek yang dilaksanakan secara teratur. Pola diet ini tidak mengatur makanan apa saja yang bisa dikonsumsi atau dikurangi, tapi lebih menegaskan kapan Anda bisa makan dan kapan Anda harus berhenti.

Jenis puasa ini diakui bisa menurunkan berat badan secara cepat. Penelitian di internasional Journal of Obesity mengindikasikan bahwa puasa intermiten dengan durasi sampai 24 minggu, bisa menurunkan berat badan yang sangat signifikan pada individu dengan berat badan berlebih.

Metode puasa intermiten paling umum yaitu sebagai berikut:

  • Metode makan 5:2 : Berpuasa sebanyak 2 hari tidak berurutan dari total 7 hari seminggu. Di hari-hari puasa, konsumsi 500-600 kalori yang dibutuhkan tubuh selama sehari. Anda bisa makan seperti biasa di hari lainnya. Dalam jurnal Nutrition and Healthy Aging, umumnya hasil dari puasa 5:2 menunjukkan pengurangan berat badan 3 hingga 8% setelah dilakukan selama 8 sampai 52 minggu.
  • Metode 16/8: Cara ini dilakukan dengan berpuasa selama 16 jam sehari dan cuma makan di jeda waktu 8 jam. Untuk sebagian orang besar, jeda 8 jam ini biasa dimulai saat tengah hari hingga pukul 8 malam. Penelitian menjelaskan bahwa dengan melakukan puasa ini selama 12 minggu bisa menurunkan berat badan kurang lebih 3%.

Namun ada baiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan puasa intermiten. Pasalnya, tidak semua orang dapat menjalankan diet ini. Seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui dan pasien penyakit tertentu yang mesti harus mengkonsumsi makanan dan obat teratur.

Tips Diet Sehat dengan Mengurangi Konsumsi Gula

Bila memungkinkan, kurangi konsumsi junk food dan makanan cepat saji olahan lain dengan kadar gula tinggi, beralihlah ke gandum, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian. Hindari juga minuman dengan karbonasi yang mengandung gula tinggi. Ganti dengan teh herbal atau infused water (air mineral yang dipadukan dengan potongan buah).

Konsumsi Makanan Kaya Serat

Mengkonsumsi makanan kaya serat bisa membuat Anda merasa kenyang secara lebih lama, sehingga potensi menurunkan berat badan bisa optimal. Makanan tinggi serat contohnya yaitu sereal gandum, roti gandum, buah dan sayur, kacang polong dan biji-bijian.

Kurangi Stres

Stres dapat memicu produksi hormon cortisol yang awalnya bisa menyebabkan kekurangan nafsu makan. Akan tetapi, saat seseorang dalam kondisi stres secara terus menerus, cortisol menetap dalam aliran darah secara lebih lama yang akhirnya bisa meningkatkan nafsu makan. Kosekuensinya, seseorang akan menjadi lebih banyak makan.

Hasil penelitian menunjukkan dengan menerapkan manajemen stres selama 8 minggu akan berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Ini terjadi pada individu yang mempunyai berat berlebih dan pada penderita obesitas.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan sebagai manajemen stres yaitu yoga, bermeditasi dan relaksasi. Tidak ada salahnya menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruang seperti jalan-jalan atau berkebun untuk menyegarkan pikiran.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *