Membuka Diri untuk Virus Corona

  • Share
Membuka Diri untuk Virus Corona
Ilustrasi. (Foto: cotton bro via pexels)

Urbantimes.idPemerintah Bandung telah mengeluarkan aturan PPKM (Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Salah satunya adalah aturan penutupan tempat wisata, aturan ini justru disenangi sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata, termasuk gue.

Mereka yang aware terhadap kasus Corona mengkhawatirkan lonjakan kasus virus tersebut karena takut akan menularkan kepada masyarakat sekitar

Meskipun membuat penurunan pendapatan setidaknya masyarakat lega karena tidak terkena virus yang menular dengan mudahnya tanpa bisa dideteksi dengan baik.

Mau bagaimana lagi, bagi gue memaksakan diri untuk pergi pun untuk apa, gue tidak akan mendapatkan akses dengan baik, selain jalan yang ditutup, semua tempat pun tidak mengizinkan gue untuk stay.

Tetapi tak jarang masyarakat bandel dengan aturan tersebut

Sepekan diberlakukan penutupan wisata tidak membuat sebagian masyarakat berdiam diri di rumah, mereka terus mencari celah untuk berpergian dengan mencari kafe atau angkringan yang buka dengan dalih stres berdiam diri di rumah.

Bagi mereka tak masalah penutupan tempat wisata, asal sejumlah kafe dan tempat makanan lainnya buka, karena itu adalah destinasi kedua setelah tempat wisata.

Meskipun dalam aturan tersebut disebutkan bahwa restoran hanya diperbolehkan take away, dasarnya doktrin manusia peraturan dibuat untuk dilanggar membuat kebanyakan mereka abai.

Kenapa gue bisa berpendapat begitu? Karena itu adalah gambaran beberapa teman instagram gue. Banyak dari mereka yang having fun di luar tanpa menjaga protokol kesehatan mereka.

Satu-satunya jalan untuk menyadarkan adalah dengan mereka merasakannya sendiri.

Hal ini membuat gue mengingat salah satu kerabat gue. Sebelumnya ia menerapkan prokes dengan asal, hingga akhirnya ia terinfeksi virus Corona dan seketika membuat ia tersadar bahwa virus ini adalah virus yang amat ganas.

Virus ini tak akan mengenal tua atau muda, bahkan anak-anak pun akan dengan mudahnya terinfeksi. Ia bercerita mengingat masa-masa saat ia terkena virus tersebut, ia merasa bahwa kematian berjarak dekat dengannya.

Ia merasa bersyukur dapat pulih dengan baik dari virus tersebut. Seperti diberi kesempatan kedua, ia selalu berpesan dengan amat sangat untuk menjaga 3M (Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).

Semoga contoh dari kerabat gue bisa menyadarkan mereka yang menganggap remeh virus ini.

Akan terasa lebih stres terinfeksi virus ini dibanding berdiam diri di rumah dengan keadaan tubuh yang sehat.

Banyak kegiatan rumah yang bisa dilakukan, di internet pun sudah banyak rekomendasi kegiatan yang belum pernah lo lakuin sebelumnya.

Jangan kehabisan akal dan terus berinovasi di rumah dengan keadaan yang sehat.

Writer: Zakyah KhairunnisaEditor: Mas Adam
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *