Sanksi Hukum Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara pakai Pelat Mobil Palsu

  • Share
Sanksi Hukum Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara pakai Pelat Mobil Palsu
Polisi menemukan SIM pengemudi yang tertukis merupakan negara Kekaisaran Sunda Nusantara. (Dokumentasi Ditlantas Polda Metro Jaya)

Urbantimes.id – Seorang pria bernama Rusdi Karepesina mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport ditilang Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu 5 Mei 2021 di Tol Cawang.

Pria warga Duren Sawit, Jakarta Timur ini ditilang lantaran menggunakan mobil dengan pelat palsu SN 45 RSD.

Saat polisi melakukan penilangan dan memeriksa dokumen kepengkapan mobil tersebut, pemilik mobil tidak bisa menunjukkan surat yang dimaksud.

Ia malah memperlihatkan Surat Kelayakan Mengemudi (SKM) yang diterbitkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

“Ditemukan beberapa kartu identitas yang dikeluarkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,” ucap Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Sanksi dan hukuman

Akibat tidak dapat menunjukkan surat-surat resmi yang diminta pihak kepolisian, Rusdi dan mobilnya digiring ke Polda Metro Jaya.

Rusdi terbukti melanggar Pasal 288 Ayat 1 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mengenai ancaman hukuman yang tertuang dalam pasal tersebut yaitu hukuman penjara dua bulan serta sanksi denda sebesar Rp 500.000.

Polisi menelusuri unit mobil yang dipakai dan ternyata terdaftar di Polda Metro Jaya dengan pelat nomor yang berbeda dengan dikendarai Rusdi.

“Plat nomor aslinya itu setelah kita periksa, yakni B 8462 BP. Pemilik alamat di Jakarta Timur,” papar Sambodo.

Mengaku Jenderal

Rusdi mengaku kepada polisi yang memeriksa sebagai seorang jenderal dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

“Ditemukan beberapa kartu identitas yang dikeluarkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Yang bersangkutan saudara RK, ini mengaku seorang jenderal kekaisaran Sunda Nusantara,” ucap Sambodo.

Karena laporan yang bersangkutan, polisi berencana akan memeriksa kejiwaan dari pria tersebut.

“Ke depan tentu kami akan coba koordinasi dengan Biddokkes Polda Metro Jaya, untuk kami periksa kejiwaannya,” imbuhnya.

Biddokkes adalah Bidang Kedokteran dan Kesehatan di Polda yang berada di bawah Kapolda. (gnm)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *